PENDIDIKAN ISLAM DAN PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA

 Antara pendidikan islam dan pendidikan nasional Indonesia tak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. hal ini dapat ditelusuri dari dua segi, pertama dari konsep penyusunan system pendidikan nasional Indonesia itu sendiri, dan yang ke dua dari hakekat pendidikan Islam dalam kehidupan beragama kaum muslimin di Indonesia.

 

Penyusunan suatu system pendidikan nasional harus mementingkan masalah-masalah eksistensi umat manusia pada umumnya dan eksistensi bangsa Indonesia pada khususnya dalam hubunganya dengan masa lampau, masa kini dan kemungkinan-kemungkinan perkembangan masa depan.

 

Eksistensi bangsa Indonesia terwujud dengan proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. dimana Indonesia  sebagai negara yang merdeka, bersatu dan yang berdaulat penuh. Indonesia sebagai negara yang merdeka telah dengan tegas menyatakan kepribadianya. tujuan dan pandangan hidupnya sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. Bangsa Indonesia telah bertekad bulat untuk membangun dan mengembangkan bangsa dengan pancasila sebagai landasan ideology dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusinya.

 

Pancasila sebagai landasan ideologis dalam pembangunan bangsa mengandung arti bahwa setiap usaha pembangunan dan pengembangan bangsa Indonesia harus selalu menjaga keselarasan, keseimbangan dan keserasian dalam hidup manusia Indonesia sebagai pribadi, dalam hubungan manusia dengan tuhanya, dalam hubungan manusia dengan masyarakat, dalam hubungan manusia dengan alam, dan dalam hubungan bangsa dengan bangsa-bangsa lain dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah.Untuk itu maka, bangsa Indonesia harus dapat menghayati cita-cita dan dasar hidup kebangsaanya secara terus menerus.dapat mengamalkan dan mewujudkan cita-cita dan dasar hidup tersebut secara nyata, dan melestarikanya dengan mewariskan nilai-nilai moral ideologya, tata nilai budaya, nilai-nilai moral keagamaan yang menjadi sumber aspirasi yang tak ternilai harganya dalam pembangunan bangsa dan tanah air. Oleh karena itulah, maka pengembangan bangsa merupakan kriteria dasar dalam membangun satu system pendidikan nasional dengan mewujudkan keselarasan, keseimbangan dan keserasian antara pengembangan kuantitatif dan pengembangan kualitatif serta antara aspek lahiriah dan aspek rohaniah.

 

Dilihat dari segi hakekat pendidikan agama islam, ternyata kegiatan mendidik memang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan agam Islam baik dalam keluarga, masyarakat, lebih-lebih di pusat-pusat peribadatan seperti:langgar, surau atau masjid yang dikelola oleh seorang petugas yang sekaligus sebagai guru agama.

 

Di langgar atau di surau itu pendidikan terutama ditekankan pada pelajaran agama yang bersifat elementer berupa pengajian Al-Qur’an. Murid-murid diajak baik secara individual (sorogan) maupun secara semi klasikal (bandongan). Pada tingkat yang lebih tinggi pengajar adalah seorang kiai, sedangkan system penyampaianya tidak hanya sorogan dan bandongan, tetapi juga masal.

 

Sejarah mencatat, bahwa dengan system pendidikan islam seperti yang tersebut diatas, ditambah dengan usaha-usaha penyiaran agama di masyarakat, hasilnya sangat memuaskan dan bahkan menakjubkan. Agam Islam dapat tersebar ke seluruh pelosok tanah air Indonesia.

 

Di dorong oleh kebutuhan akan pendidikan yang makin meningkat, maka timbullah lembaga-lembaga pendidikan keagamaan yang berupa madrasah dan pondok pesantren. Dalam perkembangan selanjutnya, tumbuh pula lembaga pendidikan umum yang berdasarkan keagamaan, dimana di samping di berikan mata pelajaran agama juga diajarkan pengetahuan umum dan kejuruan.

 

Dengan adanya gerakan pembaharuan Islam dan dengan datangnya system pendidikan Barat yang program belajar mengajarnya lebih terkoordinir dan lebih sistematis, meskipun dengan tujuan yang sangat menguntungkan system pendidikan namun memberi pengaruh pula pada keharusan memperbaharui system pendidikan Islam pada madrasah, pondok pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan yang berdasar keagamaan, kearah system yang lebih sempurna.    

 

Sejak Belanda menerapkan politik etis, maka disamping lembaga-lembaga pendidikan islam, madrasah, pondok pesantren dan lembaga pendidikan yang berdasarkan keagamaan, maka mulai muncul lembaga pendidikan yang menyelenggarakan sekolah-sekolah nasional swasta dengan menggunakan system sekolah Barat yang berorientasi demi kepentingan nasional dan semangat kebangsaan.

 

Demikianlah lembaga-lembaga pendidikan itu tetap tumbuh dan berkembang mendidik dan mendasarkan anak-anak sebagai generasi muda Indonesia.yang mayoritas beragama Islam menjadi manusia-manusia Indonesia yang beragama, bersatu dan berjiwa kebangsaan. Pada waktu kita memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, kita telah mempunyai lembaga-lembaga pendidikan pondok pesantren madrasah yang tersebar luas di seluruh Indonesia. sekolah umum yang berdasarkan keagamaan dan sekolah swasta yang lain yang berdasarkan kebangsaan. Lembaga-lembaga pendidikan semacam inilah yang nantinya menjadi modal dasar dan modal pokok dari pendidikan nasional yang akan disusun bangsa Indonesia yang sudah merdeka, bersatu dan berdaulat penuh.

 

Dari uraian diatas jelas bahwa lembaga-lembaga pendidikan khususnya lembaga-lembaga pendidikan Islam merupakan modal dasar dalam menyusun pendidikan nasional Indonesia. Bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam,maka pendidikan yang dilaksanakan oleh umat Islam di Indonesia berarti pula menjadi milik umat Islam Indonesia.Demikain pula upaya pendidikan nasionalpun pada hakekatnya adalah juga merupakan milik umat Islam Indonesia.Dan dengan demikian pendidikan Islam di Indonesia adalah merupakan pendidikan nasional,paling tidak harus merupakan satu kesatuan dalam kerangka pendidikan nasional. Apa yang dikemukakan diatas,telah dengan tegas dinyatakan oleh Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional bahwa pendidikan agama dilaksanakan dalam system pendidikan nasional.

 

Kaitan antara pendidikan Islam dengan pendidikan nasional akan semakin nampak dalam rumusan pendidikan nasional hasil rumusan Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional, yaitu bahwa pendidikan nasional ialah usaha dasar untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya,yaitu manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maaha Esa,dengan mengusahakan perkembangan kehidupan beragama,kehidupan yang berkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, nilai budaya, pengetahuan, keterampilan, daya estetik, dan jasmaninya. Sehingga ia dapat mengembangkan dirinya dan bersama-sama dengan sesama manusia membangun masyarakatnya, serta membudayakan alam sekitarnya.

 

Rumusan pendidikan nasional seperti tersebut dikukuhkan oleh tap MPR No.II/1983 tentang GBHN yang menyatakan bahwa : Pendidikan berdasarkan Pancasila,bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.kecerdasan dan keterampilan,mempertinggi budi pekerti,memperkuat kepribadian.dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air gar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

 

Dari rumusan pendidikan nasional diatas menunjukkan bahwa agama menempati kedudukan yang sangat penting dan tak dapat dipisahkan dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya.hal ini dapat di mengerti,bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beragama.agama tak dapat dilepaskan dari kehidupanya.Agama bagi bangsa Indonesia merupakan modal dasar yang menjadi tenaga penggerak yang tak ternilai harganya bagi pengisian aspirasi bangsa.Agama merupakan unsure mutlak dalam pembangunan bangsa dan watak bangsa.Agama memberi motivasi hidup dan kehidupan serta merupakan alat pengembangan dan pengendalian diri yang amat penting.Agama mengatur hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa,hubungan manusia dengan manusia,hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan dirinya yang dapat menjamin keselarasan,keseimbangan dan keserasian dalam hidup manusia baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dalam mencapai kemajuan lahiriyah dan kebahagiaan rohaniah.Oleh karena itu agama perlu diketahui,dipahami,diyakini dan diamalkan oleh manusia Indonesia agar dapat menjadi dasar kepribadian,sehingga ia dapat menjadi manusia yang utuh. Disinilah pendidikan agama merupakan bagian yang penting dari pendidikan nasional yang berkenan dengan pembinaan aspek-aspek sikap,nilai moral dan nilai akhlak keagamaan.

 

Dari sejak awal Indonesia merdeka,pemerintah telah menempatkan agama sebagai pondasi dalam membangun bangsa dan negara. Hal ini dapat kita baca dalam Undang-Undang dasar 1945.Dalam pembukaan UUD 1945 alinea ketiga dinyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah semata-mata atas berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa.dan pada alinea ke empat dinyatakan bahwa Pancasila menjadi dasar Negara.

Kemudian dalam pasal 29 UUD 1945 ayat 1 dan 2 dinyatakan :

Ayat 1 : Negara berdasarkan atas ketuhanan yang Maha Esa.

Ayat 2 : Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaanya itu.

 

Selanjutnya eksistensi pendidikan agama sebagai komponen pendidikan nasional juga telah dituangkan dalam Undang-Undang Pokok Pendidikan dan Pengajaran No. 4 Tahun 1950,yang sampai sekarang masih berlaku,dimana dinyatakan bahwa belajar disekolah sekolah agama yang telah mendapat pengakuan dari menteri Agama dianggap telah memenuhi kewajiban belajar.

 

Pada era pembangunan sekarang ini,pendidikan agama di masyarakat tetap di bina dan digalakkan dalam usaha untuk mengembangkan kehidupan beragama.Pendidikan agama dalam arti sebagai salah satu bidang studi telah diintegrasikan dalam kurikulum sekolah-sekolah negri. Hal-hal tersebut diatas ditegaskan dalam Tap. MPR 1983 tentang GBHN bidang Agama,point 1 c dan 1 d,sebagai berikut :

1c        Dengan semakin meningkatnya dan meluasnya pembangunan maka kehidupan keagamaan dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus semakin diamalkan baik didalam kehidupan pribadi maupun dalam hidup social kemasyarakatan.

1d        Diusahakan supaya terus bertambah sarana-sarana yang diperlukan bagi pengembangan kehidupan keagamaan dan kehidupan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maaha Esa,termasuk pendidikan agama yang di masukkan ke dalam kurikulum di sekolah-sekolah,mulai dari sekolah dasar sampai universitas-universitas negri.

Tentang satriaswaja

Hanya santri biasa yang ingin melihat dunia dalam naungan Islam Rahmatan Lil 'Alamiin
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

2 Balasan ke PENDIDIKAN ISLAM DAN PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA

  1. oedien berkata:

    sertifikasi, nasionalisasi ujian,bahkan massalisasi ketidaklulusan apakah salingg berr…………………..
    hubungan ?
    terus kualifikasi piye ? jal

  2. kcpkiainws berkata:

    Ambboohh Pak, aku ra reti.

    Kuwi wez dipikirke pemerintah.

    Ga usah melu repot mikirin urusan pemerintah

Komentar Sahabat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s